Apple Dua Tahun Lebih Maju di Teknologi Penginderaan 3D

JAKARTA, KabarNews.id | Teknologi penginderaaan 3D (3D Sensing) yang digunakan oleh Apple pada Face ID di iPhone X, sampai sekarang belum mendapatkan lawan sepadan dari smartphone lainnya. Bahkan beberapa pemasok suku cadang untuk perangkat ponsel mengatakan bahwa produsen lain yang membuat smartphone dengan basis Android baru bisa mengejar teknologi Apple sekitar dua tahun lagi.

Masalah paling besar dari adopsi teknologi 3D Sensing adalah ketersediaan sebuah perangkat khusus bernama vertical-cavity surface-emitting lasers (VCSEL). Untuk mendapatkan dan mengembangkan bagian tersebut, Apple kabarnya sudah melakuakn investasi sebesar USD390 juta di Finisar Corp, pemasok dan pengembang VCSEL di dunia.

Investasi yang diberikan Apple dapat membuat Finisar meningkatkan pusat risetnya dan memproduksi VCSEL dalam jumlah besar. Teknologi tersebut yang akhirnya digunakan pada perangkat iPhone X untuk menjalankan fitur Face ID, Animoji, Portrait Mode selfie dan juga proximity sensor di perangkat AirPods.

Bagi kamu yang belum tahu, Face ID di perangkat iPhone X memang bekerja dengan teknologi yang kompleks dan detail. Sistem keamanan ini tidak sekedar memindai wajah pengguna dalam bentuk datar alias foto.

Namun Face ID bekerja dengan cara memindai wajah menggunakan ribuat titik infra merah dan teknologi yang dapat mengenali perubahan wajah. Bahkan saat kamu menggunakan kacamata, menumbuhkan kumis atau menggunakan syal, Face ID tetap dapat mengenai wajah pengguna dengan baik. [KN-01]

LEAVE A REPLY