Komunikonten Gelar Dialog Strategi Menang Melawan Fitnah dan Hoax

JAKARTA, KabarNews | Merebaknya berita bohong atau hoax di media sosial telah menjadi masalah serius di era keterbukaan informasi. Fenomena memprihatinkan tersebut, menggugah Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, untuk mengadakan diskusi nasional dengan mengangkat tema “Strategi Menang Melawan Fitnah dan Hoax”, yang akan diselenggarakan pada Rabu (25/01/17).

Pada diskusi nasional yang akan diselenggarakan di aula Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat, menampilkan sejumlah narasumber berkompeten; antara lain Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Dr. Unifah Rosyidi (Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia), Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Pokja Revolusi Mental, Mantan Dirut ANTARA), Hariqo Wibawa Satria (Komunikonten), dan Husein Sanusi (editor di media nasional swasta) sebagai moderator.

Direktur Eksekutif Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria mengatakan, ada dua cara untuk mengatasi hoax dan fitnah yang sudah kronis. Menurutnya masalah tersebut selain rendahnya literasi publik atas informasi yang beredar di medsos, juga masih belum sempurnanya Undang-undang Informasi dan Teknologi (UUITE) baik dalam aspek rumusannya maupun dalam aspek implementasi penegakan hukumnya.

“Berita bohong dan fitnah harus dilawan dengan penegakan hukum serta memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat,” katanya, Kamis (23/1/2017).

Menurutnya, perlawanan terhadap fitnah dan hoax sangat urgen, mengingat tingkat kepercayaan masyarakat cukup tinggi atas informasi yang beredar di internet. Penelitian Edelman Trust Barometer tahun 2016 menjelaskan, sekitar 75 persen responden yang diteliti berpendapat, mesin pencari internet (Google, dll) sebagai sumber informasi paling terpercaya, diikuti dengan media tradisional dengan 70 persen. Media daring, media pribadi, dan Medsos secara berturut-turut memperoleh nilai 69 persen, 65 persen, dan 63 persen.

“Berangkat dari hal diatas, Komunikonten, sebuah lembaga Institut Media Sosial dan Diplomasi memandang perlu untuk meningkatkan kolaborasi pengguna medsos sebagai media alternatif, dalam memperjuangkan suksesnya kepentingan nasional melalui ruang dialektika (diskusi) dan agenda aksi (kampanye) guna memberikan literasi kepada insan media maupun netizen,” papar Hariqo.

Diskusi publik yang akan dimeriahkan juga oleh Flasmop dari Teater Psikologi Universitas Indonesia (UI) ini bertujuan, pertama, untuk mendorong penegakan hukum bagi pembuat berita hoax dan fitnah. Kedua, kampanye agar masyarakat mengenali berita hoax dan fitnah, untuk menjadi agen perubahan yaitu sebagai masyarakat yang mengunakan media sosial dengan cara bermartabat dan bermanfaat.

Setelah diskusi publik, dilanjutkan kampanye aksi sekaligus penandatanganan spanduk “Deklarasi Hidup Tanpa Hoax dan Fitnah; Kolaborasi Pengguna Media Sosial untuk Kepentingan Nasional” pada Car Free Day, pada Minggu pagi (29/01/2017) pukul 06.30 – 09.00 WIB, di samping Bundaran Hotel Indonesia. [KN-01]

LEAVE A REPLY